Voting tersebut memutuskan antara dua opsi yakni, Opsi A, jadwal kongresΒ dimulai dengan pembacaan tata tertib lalu mendengar laporan pertangungjawaban dari Ketua Umum Hadi Utomo, penyampaian pandangan umum, dilanjutkan dengan pembahasan AD-ART dan diakhiri pemilihan Ketum DPP PD periode 2010-2015. Opsi pertama ini merupakan jadwal kegiatan yang telah disusun oleh panitia.
Opsi B, membahas tata tertib, penyampaian laporan pertanggungwajaban, pandangan umum, pemilihan ketum baru, pembacaan AD/ART. Opsi ini dimunculkan oleh sekelompok pihak yangΒ mengkhawtirkan pembacaan tata tertib dilakukan untuk menjegal salah satu calon.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tim pemenangan Andi Mallarangeng menegaskan pihaknya condong ke opsi A. Menurut mereka tidak perlu merubah jadwal susunan acara yang telah panitia siapkan karena sudah seharusnya pembahasan tata tertib dan AD/ART dan pertangungjawaban berlangsung sebelum ketum baru dipilih.
"Kita ikuti sajalah jadwal yang sudah ada. Dimana-mana kongres juga seperti itu pemilihan ketum baru pasti belakangan," kata tim pemenangan Andi Mallarangeng, Panangian Simanungkalit kepada detikcom.
Silang sengketa masalah jadwal ini mulai muncul tidak lama setelah Ketua Dewan Pembina PD Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan arahannya dalam pembukaan rapat pleno.
Pimpinan sidang pada waktu itu, Agus Hermanto tidak mampu mengendalikan suasana yang akhirnya terjadi perdebatan yang semakin meruncing. Ketum Hadi Utomo juga sempat turun tangan untuk meredam suasana, tapi upayanya juga gagal dan akhirnya diputuskan rapat di voting sambil istirahat makan siang. Skorsing dicabut pukul 14.00 WIB. Pimpinan sidang diambil alih oleh Jhonny Allen. Perubahan jadwal yang telah disusun oleh panitia oleh Jhonny diakomodir dan akhirnya menghasilkan usulan untuk dilakukan voting. (mpr/gah)











































