Sekolah Perdamaian & Demokrasi (SPD) Aceh mengecam tindakan yang dilakukan oleh oknum TNI tersebut. Tindakan sewenang-wenang yang dilakukan oleh oknum TNI terhadap jurnalis tersebut dinilai dapat mencoreng perjalanan perdamaian Aceh dan mengancam nilai-nilai demokrasi.
"Kami mengecam keras pemukulan dan intimidasi yang dilakukan oleh oknum perwira TNI Kodim 0115 Simelue atas jurnalis Harian Aceh, Ahmadi," kata Direktur Eksekutif Sekolah Perdamaian dan Demokrasi Aceh OKI R Tiba dalam rilis yang diterima detikcom, Sabtu (22/5/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mengibau aparat keamanan untuk memahami kerja jurnalistik sebagai salah satu pilar demokrasi, yang sejatinya merupakan perwujudan dari pemenuhan hak masyarakat untuk memperoleh informasi sesuai Undang-undang no.4 tahun 1999 tentang Pers," tuturnya.
Dia juga mendukung sepenuhnya Harian Aceh untuk melaporkan hal tersebut ke pihak berwenang agar kejadian serupa tidak terulang lagi pada media massa cetak maupun elektronik di Aceh.
(anw/anw)











































