"Kalau disiapkan pilihan E-Voting atau manual, memang lebih baik manual. Saya tidak menolak keduanya, yang penting sistem menjadikan kader independen," kata Anas kepada wartwan sebelum memasuki lokasi Kongres II PD di Mason Pine, Padalarang, Bandung, Jumat (21/5/2010).
Anas menambahkan, sistem manual jauh lebih menarik dari sistem E-Voting. Sebab, selain bisa menghibur bagi peserta Kongres yang menunggu hasil pemilihan ketua umum, juga hasilnya bisa dipertanggungjawabkan secara terbuka dan terpercaya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Ketua DPP PD ini, jika memang mengharuskan dilakukan penggunaan E-Voting, cara tersebut harus mendapat validasi yang baik oleh tim independen. Hal ini sangat penting untuk menjamin hasil pemunguntan suara melalui E-Voting tidak terganggu dan dimanipulasi.
"Kalau pakai E-Voting, tentu harus diaudit oleh ahli yang adil dan independen. Sehingga hasilnya bisa diterima dengan legitimasi yang tinggi," paparnya.
Anas tidak mempermasalahkan pengunaan sistem apapun dalam pemungutan suara meskipun hatinya lebih condong pada pemilihan manual asal sistem pemilihan itu dilakukan secara fair dan adil. "Bagi saya, dalam Kongres yang paling penting fairness dalam pemungutan suara," pungkasnya.
(yid/fay)










































