Sikap SBY Akan Tampak dalam Pidato Pembukaan Kongres II PD

Sikap SBY Akan Tampak dalam Pidato Pembukaan Kongres II PD

- detikNews
Jumat, 21 Mei 2010 18:21 WIB
Sikap SBY Akan Tampak dalam Pidato Pembukaan Kongres II PD
Jakarta - Sampai saat ini publik dan kader Partai Demokrat (PD) masih belum menemukan jawaban siapa sesungguhnya yang didukung SBY. Para kandidat baru sebatas klaim atas dukungan SBY dan keluarga Cikeas agar mendapat dukungan DPC dan DPD yang memiliki hak suara.

Namun, sikap dan arah dukungan SBY tidak akan lama lagi terbaca publik. Sebab, SBY sebagai Presiden dan sekaligus ketua dewan pembina partai terbesar ini akan menyampaikan pikiran dan harapannya soal partai berlambang bintang mercy ke depan, termasuk sosok yang bagaimana yang pantas memegang kendali sebagai ketua umum PD.

Direktur Konsultan Citra Indonesia (KCI) Barkah Pattimahu menilai SBY harus berbicara tegas sebagai bapak dari anak-anaknya yang akan bertarung memperebutkan kursi ketua umum PD. Karena itu dia yakin SBY tidak akan bicara clue yang lebih spesifik menunjuk kapada sosok tertentu. Sebab, jika hal itu dilakukan, berarti Kongres PD akan sudah selesai tanpa kompetisi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saya kira Pak SBY akan membuat kalimat yang masih umum, saya berharap SBY lebih terbuka pernyataannya soal netralitasnya dengan memberikan restu kepada semua kandidat untuk bertarung," kata Barkah kepada detikcom, Jumat (21/5/2010).

Jika SBY masih memilih sikap yang abu-abu dan tidak menegaskan netralitasnya, pengurus DPC dan DPD Partai Demokrat masih akan diombang-ambingkan oleh klaim masing-masing calon. Hal itu akan sangat mempengaruhi kualitas pilihan kader dalam menentukan ketua umumnya.

Dalam kesempatan ini, Barkah juga punya penilaian sendiri soal Kongres PD ke II ini. Menurutnya, pertarungan Kongres II PD ini kental diwarnai politik pencitraan. Dua tokoh muda sama-sama membentuk citra positif 'mirip dan dekat' dengan SBY. Pemilik suara pun akan memilih atas dasar pencitraan yang dibentuk soal citra siapa yang kuat.

"Saya mengistilahkan AU bagai 'pinang dibelah dua' karena karakter yang lebih mirip SBY dengan sikap santun, tata bahasa yang baik, ramah dengan senyum yang sederhana. Sementara AM yang saya istilahkan 'Belahan Hati' karena citra yang dibentuk dekat dengan SBY, tahu isi hati dan pikiran SBY dalam membawa demokrat ke depan," paparnya.

Menurut dia, posisi yang paling tepat bagi SBY saat ini adalah netral dengan cara mempersilakan semua kandidat untuk bertarung. Hal ini akan semakin menjadikan bukti bahwa SBY benar-benar menjadi tokoh demokrat sejati.

"Jika SBY bersikap netral, maka siapapun yang menang akan menjadi kemenangan SBY. Selain itu, dengan sikap netralnya SBY tidak akan melukai hati anak-anaknya yang bertarung karena SBY di mata ketiga kandidat menjadi orang tua dan guru sekaligus," tegasnya.
(yid/gah)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini