"Brantas Jaya merupakan operasi yang rutin dilakukan untuk meningkatkan keamanan di bulan Mei ini," kata Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Wahyono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jalan Sudirman, Jakarta Selatan, Jumat (21/5/2010).
Operasi digelar sejak tanggal 19 Mei hingga 31 Mei. Kapolda menilai penting operasi tersebut karena pihaknya memprediksi pada bulan Mei, agenda kegiatan masyarakat cukup padat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, masih terkait operasi Brantas Jaya, aparat Unit II Satuan Jatanras Polda Metro Jaya di bawah kepala tim AKP Danang F telah menangkap seorang pelaku pembiusan.
Pelaku diketahui bernama Muhamad Jupri (42). Jupri mengaku telah melakukan pembiusan selama 5 kali.
"Saya baru lima kali melakukan pembiusan," kata Jupri di Mapolda Metro.
Pelaku yang berprofesi sebagai kernet Metromini P10 jurusan Senen-Sunter ini ditangkap Jumat (21/5) siang di terminal Kalideres, Jakarta Barat, saat hendak melakukan aksinya.
Modus yang dilakukan Jupri adalah dengan mendekati calon korbannya di dalam bus tujuan Jawa Tengah-Jawa Timur. Sasarannya adalah orang-orang yang hendak pulang ke Jawa kampung.
Dengan berlaga sok akrab, Jupri mendekati calon korbannya. "Saya ajak ngobrol-ngobrol dulu," katanya.
Jika korban mengaku sebagai orang Tegal, misalnya, Jupri pun akan mengaku sebagai warga asli sana. Setelah proses perkenalan mencair, dia lalu menawarkan minuman kopi kemasan kaleng terhadap calon korban.
"Saya tawari minum kopi," imbuhnya.
Setelah korban menenggaknya, korban pasti terkulai lemas dengan mengeluarkan busa dari mulutnya. Tentu saja, karena kopi itu telah dicampuri obat tidur (CTM).
Setelah itu, Jupri beraksi mengambil harta benda milik korban. "Paling besar uang Rp 500 ribu," imbuhnya.
"CTM-nya saya kasih air panas dulu biar encer, lalu saya masukkan ke kaleng kopi," jelasnya.
Lalu bagaimana Jupri memasukkan CTM itu? Rupanya dia melubangi kaleng minuman itu terlebih dulu dengan paku. "Saya bolongin di rumah," tuturnya.
Kaleng dibolongi tepat di bagian pembuka lubang kaleng. "Saya masukin CTM-nya pakai sedotan," tambahnya.
Lalu, kaleng itu ditutupnya lagi dengan menggunakan kertas timah putih. "Lalu saya kasih lem lagi buat nutupin bolongan tadi," tuturnya.
Jupri mengaku, ilmu jahat itu ia pelajari seorang diri melalui tayangan televisi. "Belajar dari tivi," ujarnya.
Pelajaran bagi Anda, jangan menerima tawaran minuman dari orang yang tidak Anda kenal, meskipun itu gratis. Bagi yang pernah menjadi korban pembiusan, polisi mengimbau agar melapor ke Polda Metro Jaya atau menghubungi ke call center Polda Metro Jaya di nomor 0816851777.
(mei/nrl)










































