Tim investigasi multinasional pada Kamis, 20 Mei kemarin menyatakan dalam laporan mereka bahwa ada bukti kuat serangan torpedo Korut menyebabkan kapal perang Korsel, Cheonan terbelah dan tenggelam pada 26 Maret lalu. Sebanyak 46 pelaut Korsel tewas dalam insiden maut itu.
Menurut tim investigasi, bagian-bagian torpedo yang diangkat dari dasar laut mirip dengan torpedo yang digunakan Korut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kelompok boneka (pemerintah Seoul) telah menciptakan situasi yang begitu buruk di semenanjung Korea sehingga perang mungkin pecah saat ini," kata juru bicara Korut di Komite Reunifikasi Damai Korea seperti dilansir AFP, Jumat (21/5/2010).
Dicetuskan juru bicara Korut tersebut, situasi saat ini merupakan fase perang. Juru bicara itu pun mengancam Korut akan merespons dengan sangat keras termasuk pemutusan hubungan Korut-Korsel, penghapusan perjanjian non-agresi Korut-Korsel jika Korsel melakukan 'pembalasan' atas tragedi kapal Cheonan.
(ita/nrl)











































