Karangan bunga presiden dipasang tepat di samping pintu masuk. Sedangkan beberapa karangan bunga lain dari beberapa tokoh dan pejabat dipasang di depan rumah yang berupa gang kampung yang cukup sempit.
Tak lama setelah Dubes Jepang untuk RI meninggalkan rumah duka, Menko Kesra Agung Laksaono tiba di rumah duka. Dia datang didampingi Wakil Walikota Surakarta, Hadi Rudyatmo. Kepada wartawan Agung mengatakan datang melayat mewakili Presiden dan pribadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agung menilai Gesang adalah tokoh yang karya-karyanya sangat luar biasa, tidak hanya di dalam negri tetapi juga telah mendua. Beberapa karya lagunya yang telah diterjemahkan ke belasan bahasa asing adalah bukti bahwa bahwa karya-karyanya sangat dikagumi orang di berbagai belahan dunia.
"Lagu 'Bengawan Solo' itu seolah-olah telah menjadi trade mark Indonesia. Lagu itu juga sangat menbantu dunia pariwisata kita. Semoga kepergian beliau ini diambil hikmahnya sebagai pemicu bagi generasi muda untuk terus mencipta karya-karya besar seperti beliau," paparnya.
Agung juga mengatakan, sebagai tokoh nasional Gesang juga telah dianugerahi Bintang Parama Dharma oleh Pemerintah RI. Bintang tersebut merupakan penghargaan tertinggi di bidang budaya yang diberikan Pemerintah.
"Sesuai penghargaan itu dan juga pastinya atas jasa-jasanya selama hidup, sebenarnya jasad beliau berhak dimakamkan di taman pahlawan. Tetapi kita harus menghormati kemauan keluarga yang menghendaki dikebumikan di makam keluarga," lanjutnya.
Saat berita ini diturunkan, petugas sedang dalam persiapan untuk membawa jenasah Gesang ke balaikota Surakarta di Jalan Sudirman, Solo. Jenasah akan disemayamkan di pendhapi ageng balaikota Surakarta.
Sekitar pukul 14.00 WIB nanti jenasah akan diberangkatkan ke makam keluarga di kompleks pemakaman Pracimaloyo, Makamhaji, Sukoharjo. Pemakaman dilaksanakan dengan tata cara militer sebagai penghormatan kepada seseorang yang meraih penghargaan Bintang Parama Dharma
(mbr/nrl)











































