"Kita melayangkan surat meminta penjelasan. Seharusnya tidak boleh pelayanan di Bandara mati," kata kata Corporate Secretary PT Angkasa Pura II, Sudaryanto saat dihubungi detikcom, Jumat (21/5/2010).
Sudaryanto juga menepis tudingan kalau matinya sambungan telepon itu karena pihak bandara belum membayar tagihan telepon. "Kita sudah bayar," tegasnya.
Dia memastikan bahwa matinya sambungan telepon itu sepenuhnya bukan kesalahan pihak bandara. "Itu kesalahan Telkom, secara teknis ada di Telkom," tutupnya.
Layanan telekomunikasi telepon di bandara tersibuk di Indonesia itu mati selama 6 jam. Gara-gara kasus ini, pihak bandara tidak bisa menerima panggilan telepon.
Untungnya insiden matinya telepon itu tidak mengakibatkan kecelakaan pesawat. Telepon mati sejak pukul 01.00 WIB dan baru normal pukul 07.00 WIB.
(ndr/asy)











































