Setelah FB, Pakistan Juga Blokir YouTube

Gambar Nabi di Facebook

Setelah FB, Pakistan Juga Blokir YouTube

- detikNews
Jumat, 21 Mei 2010 05:14 WIB
Setelah FB, Pakistan Juga Blokir YouTube
Islamabad - Pemerintah Pakistan telah memblokir situs video populer YouTube. Hal itu dilakukan untuk membatasi upaya penghujatan terhadap konten yang meresahkan masyarakat Islam.

Seperti dikutip dari reuters, Jumat (21/5/2010), pemblokiran ini terjadi setelah Otoritas Telekomunikasi Pakistan (PTA) yang dipimpin penyedia layanan internet memblokir akses ke situs jaringan sosial Facebook tanpa batas waktu pada Rabu, (19/5) kemarin karena sebuah kompetisi online untuk menggambar Nabi Muhammad.

Setiap representasi dari Nabi Muhammad dianggap tidak Islami dan menghina umat muslim.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

CEO Nayatel (penyedia layanan internet), Wahaj-us-Siraj mengatakan, PTA mengeluarkan perintah pada Rabu malam untuk segera memblokir YouTube yang dimiliki raksasa internet Google.

"Ini adalah instruksi yang serius karena mereka ingin kami melakukannya dengan cepat dan biarkan mereka tahu setelah itu," kata Siraj.

YouTube juga diblokir pada tahun 2007 selama sekitar satu tahun setelah diketahui terdapat video berbau tidak Islami.

Seorang juru bicara Kantor Luar Negeri Pakistan, Abdul Basit mengecam penerbitan karikatur nabi Muhammad di Facebook dan mendesak negara-negara untuk menangani masalah yang menurutnya sangat sensitif dan menjadi masalah emosional bagi muslim.

"Serangan berbahaya dan menghina tersebut melukai sentimen umat Islam di seluruh dunia dan tidak dapat diterima di bawah pakaian kebebasan berekspresi," kataย  Abdul Basit,

Publikasi kartun nabi di koran Denmark pada tahun 2005 memicu protes 'mematikan' di negara-negara Muslim. Sekitar 50 orang tewas dalam protes kekerasan di negara-negara Muslim pada tahun 2006 atas kartun, lima di antaranya di Pakistan. Al Qaeda pernah mengaku bertanggung jawab atas serangan bunuh diri terhadap Kedutaan Besar Denmark di Islamabad pada tahun 2008, menewaskan enam orang, dan mengatakan itu sebagai balasan atas penerbitan karikatur.
(ape/lia)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads