"Itu tanggung jawab gedung karena kita kitchennya dari gedung, bukan dari kita," kata pemilik resto, Dino Izaak, di lokasi kejadian, kawasan SCBD Sudirman, Jakarta, Kamis (20/5/2010).
Dino mengatakan, resto Marley baru bukan kurang lebih 2 minggu. Selama beroperasi, dapur milik sendiri belum bisa dipakai. Akibatnya restoran itu lebih banyak menyediakan minuman. Jika ada yang pesan makanan, maka akan dimasak di dapur (kitchen) milik gedung yang ada di lantai 2. Dapur itu juga dipakai oleh restoran Prancis di lantai yang sama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang bikin kitchennya itu pihak gedung. Kebetulan ada pengetesan gas. Gasnya dari (saluran di) bawah, lalu meledak," jelasnya. Ledakan itu tidak menimbulkan api.
Dino menuturkan, ledakan ini berimbas kepada Marley dan restoran Prancis. Marley mengalami kerusakan 15 persen, antara lain kaca-kaca pecah. Namun meski hanya 15 persen, butuh waktu lama untuk merenovasinya.
"Kita juga belum bisa menghitung (kerugian), tapi untuk sementara polisi kerjanya cepat," ungkap Dino.
Insiden ini menyebabkan 2 pekerja gedung mengalami luka bakar. Dino juga terpaksa membatalkan nonton bareng Piala Dunia pada 11 Juni.
"Sekarang karena adanya ini, jadinya batal beberapa event," katanya. (gus/nrl)










































