"Saksi yang sudah kita periksa sudah lebih dari 40 saksi," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Boy Rafli Amar kepada wartawan, Rabu (19/5/2010).
Selain itu, polisi juga terus melakukan pencarian terhadap pelaku kekerasan yang mengakibatkan orang lain luka-luka hingga meninggal dunia. "Petugas sedang mencari pelaku-pelaku yang memang melakukan tindakan kekerasan," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena perannya berbeda-beda jadi tidak semua disamaratakan sebagai pelaku kejahatan baik dari masyarakat bisa juga dari Satpol," imbuhnya.
Jika dalam penyidikan polisi menemukan unsur kekerasan, yang dilakukan masyarakat dan satpol, "Maka kami akan melakukan penyelidikan dugaan kekerasan itu," lanjutnya.
Dari hasil penyidikan itu, polisi akan melakukan evaluasi. "Semua penjelasan itu dianalisis jadi fakta-fakta yang dikumpulkan dalam berita acara, itu akan dievaluasi," jelasnya.
Selain itu, penyidik juga menggunakan video kekerasan Priok sebagai bahan penyelidikan. Dari video tersebut ditemukan adanya beberapa orang yang membawa senjata tajam didalam tas mereka. Bahkan, orang-orang tersebut juga melakukan pembacokan kepada aparat keamanan yang tidak bersenjata. "Yang kita kejar itu bukan kelompok ataupun organisasi, melainkan individunya," tukasnya.
Seperti diketahui, dalam insiden berdarah di makam Mbah Priok menyebabkan 3 anggota Satpol PP meninggal, 231 korban luka terdiri dari 112 personel Satpol PP, 26 personel Polri dan 90 orang warga di antaranya 20 anak berusia 13-17 tahun. Selain itu, 84 kendaraan dibakar oleh massa yang mengamuk.
(mei/nwk)











































