"Ini sangat krusial, kalau Pak Kapolri tidak tahu, jangan sampai Pak Kapolri merasa dikorbankan. Nanti terlalu banyak yang merasa dikorbankan karena kasus Century," kata anngota tim pengawas Century, Mahfudz Siddiq dalam rapat antara Tim Pengawas dengan Kapolri di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (19/5/2010).
Menurut Mahfudz, pengecekan surat berisi rekomendasi DPR yang ditujukan kepada Presiden dan Kapolri serta penegak hukum menjadi sangat penting. Sebab, data yang dibawa Kapolri saja dominan dengan rekomendasi opsi A, padahal sudah ditolak DPR.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mahfud khawatir pengungkapan kasus Century menjadi buntu kalau benar ada kesalahan tersebut. "Jangan sampai hanya karena surat yang kita tidak ngeh, implikasinya menjadi sangat besar," keluhnya.
Hal senada disampaikan oleh Wakil Ketua DPR Pramono Anung. Pramono yakin surat dari DPR sudah benar, namun dirinya tidak yakin apakah yang sampai di tangan Presiden dan Kapolri adalah surat berisi rekomendasi opsi C tersebut.
"Itu yang harus kita cek supaya jelas dimana titik kesalahannya," tutupnya.
Sementara dilakukan pengecekan, Pram menjelaskan, tim pengawas akan melihat apakah Kapolri memberikan data yang sesuai dengan opsi C pada pertemuan mendatang.
"Kalau sudah benar C berarti hanya salah teknis, tapi harus dicermati," tutupnya.
(van/fay)











































