"Saya kok jadi bertanya-tanya, apakah Bapak mendapatkan data yang sebenarnya. Soalnya dari tadi saya bolak-balik data saya, kok Pak Kapolri ini bahannya itu mengacu pada opsi A," kata Akbar sambil menunjukkan data tebal di mejanya dalam rapat Tim Pengawas Century dengan Kapolri di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (19/5/2010).
Sejumlah anggota tim pengawas Century pun manggut-manggut. Sejumlah interupsi pun menyusul Akbar Faisal. Salah satunya dari Gayus Lumbuun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
'Keanehan' ini pun menjadi perbincangan yang alot dalam rapat tim pengawas Century bersama Kapolri. Bahkan seorang anggota DPR asal Partai Demokrat pun ikut berkomentar.
"Ini bahannya opsi A tapi rekomendasinya opsi C. Saya pikir ada yang nggak klop," kata Gede Pasek Suardika.
Tapi ada juga yang 'membela' Kapolri. Seorang anggota tim dari Partai Demokrat meminta agar tim pengawas Century mendengarkan laporan Kapolri terlebih dulu.
"Kita dengarkan dulu Kapolri. Jangan berprasangka buruk dulu," katanya.
Untuk mengingatkan, pada 3 Maret, DPR telah mengambil keputusan opsi C (bailout bermasalah) untuk kasus Bank Century. Keputusan itu diambil secara voting oleh seluruh anggota DPR. Oleh karena itu, keterangan dari Kapolri yang menggunakan opsi A pun membingungkan anggota Dewan. (ken/fay)











































