Presiden SBY: RI-Malaysia Hidupkan Kembali Joint Commision

Laporan dari Malaysia

Presiden SBY: RI-Malaysia Hidupkan Kembali Joint Commision

- detikNews
Rabu, 19 Mei 2010 01:29 WIB
Jakarta - Presiden SBY mengaku senang atas hasil pertemuan bilateralnya dengan PM Malaysia. Salah satu kesepatan yang cipai dalam pertemuan yang juga melibatkan beberapa menteri itu adalah disepakatinya kembali komisi bersama atau Joint Commission yang pernah dijalankan oleh kedua negara yang sempat terhenti pada tahun 2004 lalu.

"Dari hasil pertemuan saya dengan PM Malaysia, kami bersepakat untuk kembali mengaktifkan joint commission`antar kedua negara," kata Presiden SBY dalam jumpa pers di Malaysia, Selasa malam (18/5/2010).

Jumpa pers ini digelar di tempat Presiden SBY dan rombongan menginap di Hotel Marriot Kuala Lumpur, Malaysia. Jumpa pers ini dimaksudkan untuk memberikan informasi atas hasil retret kedua kepala negara dan pembicaraan bilateral yang diikuti oleh beberapa menteri terkait.
Β 
Menurut SBY, Pemerintah Indonesia dan Malaysia sepakat untuk kembali melakukan revitalisasi kelompok-kelompok kerja yang ada dalam joint commision. Dari pembicaraan yang akan ditindaklanjuti dalam Joint Commision ini setidaknya ada tiga wilayah kerja yang akan dibicarakan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tiga hal itu adalah, bidang ekonomi meliputi investasi, perdagangan, dan pariwisata, bidang ketenagakerjaan dan bidang pertahanan keamanan atau kerja sama dalam penanggulangan ancaman terorisme," imbuhnya.

Untuk mengefektifkan kinerja Komisi Bersama itu kedua penangung jawab dari kedua negara akan segera melakukan pertemuan dalam waktu dekat. Diharapkan pertemuan bisa dilakukan di Jakarta.

"Agendanya mengidentifikasi kerja sama apa saja yang telah terhenti dan perlu didorong aktif kembali serta memperbaiki semua bidang kerja sama yang memerlukan evaluasi," paparnya.

Bahas Pendidikan

Dalam pertemuan retret tadi siang, kedua negara juga menyepakati adanya upaya serius untuk saling menghargai. Salah satunya dengan memberikan pelayanan yang layak bagi TKI dan anak-anak TKI yang membutuhkan pendidikan.

"Tadi juga dibicarakan masalah pemberian pendidikan kepada putra-putri bangsa yang tersebar cukup banyak di wilayah Malaysia," terangnya.

Dalam pertemuan itu, Indonesia meminta kepada Malaysia agar bisa ikut membujuk perusahaan tempat para TKI bekerja dapat menyediakan ruang sekolah bagi siswa anak TKI. Hal ini untuk menjamin agar anak bangsa yang berada di Malaysia juga ikut menikmati pendidikan.

"Sehingga proses pengajaran kepada anak-anak itu dapat terlaksana dengan baik," paparnya.

Sebagai gantinya, lanjut Presiden SBY, Indonesia akan mengirim guru dengan insentif khusus sebagaimana guru-guru yang ditugaskan di daerah terpencil.

Selain soal pendidikan anak-anak TKI, Presiden SBY juga mengungkapkan adanya kesepakatan soal perpanjangan visa selama dua tahun bagi pelajar Malaysia di Indonesia dan sebaliknya. Selain itu, Indonesia dan Malaysia juga sepakat malakukan program pertukaran mahasiswa untuk belajar di Universitas Pertahanan yang ada di kedua negara.
(yid/Rez)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads