Wakil Perdana Menteri Thailand yang bertanggung jawab atas masalah keamanan, Suthep Thaugsuban menyebut usulan itu "omong kosong".
"Itu omong kosong," kata Suthep kepada wartawan di Bangkok ketika ditanyai respons pemerintah atas usulan gencatan senjata tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Langkah-langkah pengendalian kami dimaksudkan untuk menghentikan pasokan makanan, mengurangi jumlah demonstran baru dan memberikan tekanan pada mereka untuk pulang ke rumah," tandas Suthep.
Menurut juru bicara kepolisian Thai, diperkirakan sekitar 5 ribu demonstran, termasuk ratusan wanita dan anak-anak masih bertahan di lokasi demonstrasi.
Mereka mengabaikan deadline yang ditetapkan pemerintah Thai untuk meninggalkan lokasi demo. Deadline pada Senin, 17 Mei pukul 15.00 waktu setempat tersebut telah berlalu tanpa ada tanda-tanda massa 'kaos merah' akan membubarkan diri.
Aksi protes para demonstran 'kaos merah' telah berlangsung selama dua bulan. Sejauh ini setidaknya 67 orang telah tewas dan sekitar 1.700 terluka selama aksi tersebut berlangsung.
(ita/ita)










































