"Ini seharusnya dibakukan menjadi suatu aturan," kata sejarahwan Asvi Warman Adam saat berbincang dengan detikcom, Senin (17/5/2010).
Hal itu dikatakan Asvi terkait keluarga pahlawan Ismail Marzuki yang semasa hidupnya tidak pernah mempunyai rumah tinggal. Anak tunggal Ismail Marzuki, Rachmiaziah Ismail Marzuki (60), malah kesulitan membayar sewa kontrak rumah tinggalnya sebesar Rp 4,75 juta per tahun. Ia pun kini sudah menunggak sewa kontrak selama 6 tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Asvi, rumah yang dihibahkan bagi para pahlawan itu tidak perlu semewah yang dihibahkan untuk mantan presiden dan wakil presiden. Namun cukup sebagai tempat tinggal para ahli waris pahlawan yang mungkin hidupnya kurang beruntung.
"Saya mengimbau pemerintah pusat atau pemerintah DKI, entah bagaimana caranya bisa menghibahkan rumah yang sifatnya permanen," pinta Asvi.
Seperti diberitakan, pada tahun 1985 Pemda DKI Jakarta pernah menjanjikan sebuah rumah sebagai kompensasi dari kesedian keluarga Ismail Marzuki menitipkan sebagian alat musik milik komposer legendaris itu ke museum di Taman Ismail Marzuki (TIM). Namun demikian, entah mengapa janji itu tak kunjung terealisasi sampai sekarang. (lrn/asp)










































