Untuk mencapai Sendang Biru, pelancong dari Kota Malang, Jawa Timur bisa menggunakan angkutan umum atau kendaraan pribadi sejauh 70 km atau dua jam perjalanan.
Usai sampai ke Sendang Biru, kita harus menyeberang selat yang berjarak hanya sepelemparan batu.
"Ini pulau yang masih asri. Alami," kata seorang pengacara yang berkantor di bilangan Menteng, Eddy Halomoan Gurning kepada detikcom, Selasa, (18/05/2010).
Kealamian pulau dapat dilihat dari tak adanya dermaga di Teluk Semut. Setiap pelancong harus turun ke air dan berjalan kaki menuju darat. Setelah itu jalan setapak yang harus ditempuh berasal dari rerimbunan hutan yang dibabat selebar 50 cm. Bahkan, jika ada pejalan kaki yang berpapasan, salah satu harus mengalah.
Setelah melintasi hutan selama dua jam dengan berjalan kaki, pelancong baru menemukan Segara Anakan, atau lebih tepat disebut sebagai danau yang berpasir putih.
"Ini sangat cocok bagi mereka yang ingin berwisata dengan mencari petualangan. Berwisata yang tanpa kemewahan. Jauh dari segala modernitas. Benar-benar me-refesh," tambah Eddy yang mengunjungi Pulau Sempu pekan kemarin.
Tak hanya itu, kealamian pulau nampak dari tak adanya listrik, tak ada penduduk, tak ada rumah, tak ada jalan yang ditata, serta beberapa burung langka yang masih bertahan. Bahkan untuk mencapai pantai pasir putih, pelancong harus menuruni tebing karang setinggi dua meter.
Tak salah jika Pulau Sempu sangat cocok untuk pelancong yang ingin mendaur ulang hidup dengan total. Berwisata tanpa modernisasi. "Saya harap keasrian ini dipertahakan," katanya.
Tantangan ini mengingatkan kepada sosok Richard yang di perankan Leonardo de Caprio dalam film The Beach. Diceritakan dalam film yang diangkat dari novel karya Garland's Alex, Richard, karyawan IT yang terjebak dalam dunia modernitas Amerika Serikat. Lantas, dia berpetualang untuk me-refresh hidup dan singgah di selatan Thailand.
"Jangan samakan Phi-phi Island dalam film The Beach denga Sempu Island karena Sempu Island punya kelebihan sendiri dan sangat cocok untuk petualangan sejati," beber karyawati di bilangan Gatot Subroto Jakarta, Roslina, yang mengunjungi Pulau Sempu beberapa waktu lalu.Β Β
Untuk melestarikan pulau, petugas dari Perhutani selalu mengingatkan pengunjung untuk tetap menjaga keasrian pulau. Dari larangan membakar kayu-kayuan untuk bahan bakar, menebang pohon, panjat tebing, membuang sampah, hingga menumpahkan minyak ke pantai.
"Semua sampah harus dibawa kembali ke Jawa," kata Nur, salah seorang penjaga pulau.
(asp/lrn)











































