Berdasarkan informasi yang dihimpun, kawanan perampok yang berjumlah tiga orang itu datang sekitar pukul 04.50. Mereka menggunakan sepeda motor Honda Vario warna merah, dan memakai helm lengkap dengan masker.
Saat tiba di lokasi, dua pelaku langsung mendatangi Hendra yang sedang duduk menjaga warnet.
“Saya ditodong menggunakan pistol dan menanyakan ada siapa saja di dalam,” ujar Hendra kepada wartawan di lokasi, Senin, (17/5/2010).
Karena takut, maka Hendra langsung menunjuk ke ruangan dua orang rekannya, yakni Wendi dan Anwar, yang sedang tidur. Di bawah todongan senpi, pelaku memaksa para korban menyerahkan barang berharga.
“Karena ketakutan kami menyerahkan semua barang berharga milik kami,” ujarnya.
Kawanan perampok tersebut berhasil menggasak tiga buah telepon genggam, 1 motor Yamaha Mio E 4234 BH beserta STNK dan SIM.
“Uang tunai Rp 1,6 juta diambil paksa pelaku. Setelah mendapatkan barang korban, para pelaku langsung kabur,” ujarnya.
Kasatreskrim Polresta Bogor, AKP Indra Gunawan menegaskan hingga kini pihaknya masih melakukan penyelidikan. Meski demikian, korban tidak mengetahui para pelaku yang menggunakan helm dan masker tersebut membawa senjata api jenis apa.
“Kami masih selidiki, apakah senpi yang dipergunakan para pelaku itu asli atau palsu hanya sekedar untuk menakut-nakuti. Kami masih meminta keterangan para korban dan warga sekitar,” jelasnya saat di hubungi wartawan.
(asp/lrn)











































