Keterangan yang diperoleh dari Asisten Customer Relation, External Relation PT Pertamina Region I Rustam Aji menyebutkan, kebocoran pipa yang terjadi Senin (17/5/2010) diketahui pada pukul 15.00 WIB. Lokasinya berada di Kelurahan Bagan Deli, Kecamatan Medan Belawan.
“Begitu diketahui adanya kebocoran, proses distribusi BBM langsung dihentikan dari kapal tanker,” kata Rustam Aji kepada wartawan di kantor Pertamina Region I, Jl. Yos Sudarso, Medan.
Disebutkan Rustam, kapal tanker MT Sindang yang membawa BBM jenis premium dari Kilang Unit Pengolahan II Dumai, Riau, sudah sandar di Pelabuhan Belawan sejak dua hari lalu dan memompa minyak ke Instalasi Medan Grup (IMG). Proses pendistribusian itu melalui pipa.
Karena diketahui ada kebocoran, proses pemompaan langsung dihentikan. Saat ini sekitar 1.000 kiloliter (kl) premium masih belum didistribusikan karena masalah kebocoran tersebut. Diperkirakan butuh waktu sekitar tiga jam untuk menyalurkan sisa BBM tersebut.
“Perbaikan sedang diupayakan, tetapi ada kendala dengan air pasang. Kemungkinan pada pukul delapan malam ini air laut akan surut. Jadi pada saat itulah perbaikan akan dilakukan,” kata Rustam.
Masalah pencurian BBM dengan cara mengebor pipa distribusi ini, sudah sering kali terjadi. Pada tahun 2010 tercatat ada 24 kasus. Sementara tahun 2009 terjadi 49 kali pembocoran pipa.
Sebenarnya dalam pengamanan jalur pipa distribusi ini Pertamina sudah bekerjasama dengan pihak kepolisian maupun TNI Angkatan Laut. Namun kasus pencurian ini tak kunjung bisa dihentikan.
(rul/lrn)











































