Anas yang juga siap maju juga akan memasang posternya, namun lebih penting dari poster terbuka itu, Anas lebih senang poster dirinya berada di hati para pengurus DPC PD yang memiliki hak suara.
"Alhamdulillah, poster Pak Andi menyemarakkan Kota Bandung. Nanti ada poster (saya), tapi yang paling penting poster di hati," tegas Anas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kesempatan ini, Anas menilai pertarungan menuju kursi Demokrat 1 sudah semakin dekat. Karena itu, dia berharap semua pihak yang berkepentingan betul-betul menjaga kewibawaan Kongres agar hasil yang didapat bisa diterima semua kader.
"Ini ibarat, main bola sudah di kotak pinalti, tinggal ditendang saja," urai Anas.
Terkait sistem pemilihan yang dipersiapkan panitia dengan kemungkinan memakai sistem elektronik voting, Anas tidak mempermasalahkan. Anas hanya berharap kebebasan dan kemerdekaan peserta Kongres terjamin dalam even lima tahunan ini.
"Buat kami sistem apapun dalam pemilihan ketum PD tidak masalah, apakah manual atau e-Voting, yang penting fairness, suasana demokrasi, kebebasan pemilih bagi peserta Kongres terasa di sini. Tidak ada rasa ketakutan," tegasnya.
Saat ditanya sudah berapa DPC dan DPD yang memberikan dukungan, dengan mantap Anas menjawab semakin banyak solid. "Semakin bagus dan semakin kuat," pungkasnya pendek.
(yid/fay)










































