Suka Duka Petugas Sensus, Mulai Diusir Hingga Digigit Anjing

Suka Duka Petugas Sensus, Mulai Diusir Hingga Digigit Anjing

- detikNews
Minggu, 16 Mei 2010 15:16 WIB
Jakarta - Perjuangan. Itu kata yang mungkin pas untuk menggambarkan pekerjaan petugas sensus penduduk. Sudah honor tidak seberapa, para petugas itu harus mengalami hal yang kurang nyaman seperti diusir, dikeroyok orang, hingga digigit anjing.

"Itu namanya perjuangan, kan mereka itu bisa dibilang voluntir ya," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Risman Heriawan kepada detikcom, Minggu (16/5/2010).

Risman menceritakan, ada banyak laporan soal kendala-kendala yang dihadapi para petugas. Contohnya, petugas yang sedang melakukan pendataan sering kali diusir oleh karena dikira sales.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peristiwa ini sempat terjadi di kawasan perumahan Alam Sutera. Petugas bahkan tidak boleh memasuki area perumahan karena dikira sales yang hendak menawarkan barang dagangan.

"Itu kebangetan, kok tidak tahu kalau sekarang ini lagi ada sensus penduduk. Padahal kan informasinya sudah ada di mana-mana," kata Risman.

Namun kendala itu berhasil diatasi oleh Risman yang turun tangan. "Saya langsung koordinasi dengan petugas di sana dan akhirnya RW di sana yang sempat mengusir petugas sudah minta maaf," kata Risman.

Risman mengakui, pemukiman elit memang menjadi salah satu wilayah yang sangat sulit untuk dilakukan pendataan. Selain warganya yang kurang peduli, petugas keamanan di perumahan elit juga biasanya lebih waspada untuk alasan keamanan.

"Apartemen juga begitu, tapi kita terus lakukan koordinasi. Bahkan malah ada pemilik apartemen yang akhirnya malah menjadi petugas sensus seperti di Kelapa Gading," ujar Risman.

Selain itu, ada juga petugas yang digigit anjing saat sedang berada di rumah penduduk. 2 Petugas dari BPS Jakarta Selatan digigit 7 anjing ketika sedang mendata di perumahan mewah di kawasan Permata Hijau, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

"Semoga itu tidak terjadi lagi," kata Risman.

Yang terbaru, petugas sensus hampir terluka dikeroyok pemulung. Para petugas itu dikira orang yang akan merazia pemulung sehingga kedatangannya tidak diinginkan.

"Mereka mengira itu razia, salah pengertian. Tapi setelah diberi penjelasan, akhirnya mereka mau kok," kata Risman.

Risman mengatakan, kendala-kendala yang menimpa petugas sensus memang cukup mengganggu. Tapi sejauh ini, sensus penduduk 2010 berjalan dengan baik.

"Semoga tidak ada laporan yang macam-macam lagi. Kita harapkan masyarakat juga lebih peka dan peduli soal sensus ini," ujar Risman.

(ken/fay)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads