Seperti dilansir Reuters, Minggu (16/5/2010), polisi berbaret hitam dan bersenjata pentungan merangsek ketika parade gay dan lesbian baru berjalan 300 meter. Massa dari Russian dan Belarussian Slavic Pride yang berbendera pelangi ini pun dibuat kocar-kacir.
"Reaksi polisi sangat berlebihan. Padahal ini hanya aksi damai, dan kami hanya 20 orang," kata seorang aktivis Nikolai Alekseev. Sekitar 10 aktivis ditangkap polisi akibat aksi tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seharusnya pemerintah Belarusia menunjukkan komitmen mereka terhadap HAM dan memberi kesempatan masyarakat mengekspresikan haknya," kata John Dalhuisen dari Amnesty International.
Sikap Belarusia tentu berbeda dengan negara Eropa lainnya. Di Belanda dan Jerman misalnya, kelompok homoseksual bisa beraktifitas dengan bebas dan bisa menggalang aksi dengan massa lebih banyak.
(fay/ken)











































