Iklan berbau pornografi yang paling dibenci, menggambarkan saat perempuan yang juga seorang ibu berangkat kerja mengenakan blazer rapi berwarna abu-abu, dengan kemeja yang dibuka kancingnya hingga menunjukkan belahan dadanya.
Frame kemudian menunjukkan ibu yang ternyata berprofesi sebagai penari striptease itu, bertelanjang dada dan memakai G-string. Kemudian frame iklan itu menunjukkan bahwa aksinya, yang bergelandotan di tiang, sukses menarik perhatian lelaki dengan memberi semacam penghargaan berupa kartu, yang diselipkan di celana G-string-nya
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Iklan yang ditayangkan sejak tahun 2007 itu menuai 350 protes kepada Biro Standar Periklanan di negara kangguru itu. Protes itu memecahkan rekor terhadap protes iklan komersial sejak tahun 1998. Demikian seperti dilansir dari The Sunday Telegraph, Minggu (16/5/2010).
Di bawah iklan itu, ada iklan permen kunyah rasa mint yang menunjukkan puting laki-laki yang berkembang setelah mengunyah permen. Kemudian ada juga iklan kampanye antirokok dengan menunjukkan bibir wanita yang membusuk.
Publik Australia memang dibikin kesal dan gerah karena iklan-iklan berbau pornografi yang menunjukkan nuditi (ketelanjangan), sex dan diskriminasi gender.
(nwk/nwk)











































