"Kita perkirakan masih di Indonesia," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Edward Aritonang saat dihubungi detikcom, Sabtu (15/5/2010).
Abdullah diduga memiliki jaringan yang kuat dengan kelompok di Filipina. Dia disebut-sebut pernah mengumpulkan dana untuk pelaku teror di Filipina.
"Kita juga bekerjasama dengan kepolisian Filipina," tambah Edward.
Edward menegaskan, Sunata diduga memiliki keahlian dalam perekrutan dan bahan peledak. "Dia juga pemimpin kelompok itu, makanya dia kita jadikan DPO," tutupnya.
(ndr/aan)











































