Mahasiswa Demo Tolak Kedatangan Mendiknas di Medan

Mahasiswa Demo Tolak Kedatangan Mendiknas di Medan

- detikNews
Sabtu, 15 Mei 2010 15:24 WIB
Medan - Puluhan mahasiswa dari berbagai universitas di Medan menggelar aksi unjukrasa di kawasan tugu Jl. Gatot Subroto Medan, Sabtu (15/5/2010) siang. Dalam aksinya, mahasiswa secara tegas menolak kedatangan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Muhammad Nuh datang ke Medan.

Aksi puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Komite Peduli Pendidikan (KPP) Sumatera Utara (Sumut) ini merupakan bentuk protes dan kecaman terhadap Kementerian Pendidikan Nasional yang tetap memberlakukan Ujian Nasional (UN) sebagai syarat mutlak kelulusan siswa.

Selain membawa poster, mahasiswa juga menggelar orasi kecaman terhadap Mendiknas yang dinilai tidak mampu mengeluarkan kebijakan dalam memajukan kualitas pendidikan nasional.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kordinator aksi, Januar Pasaribu mengatakan, kualitas pendidikan tidak dapat dinilai dari pelaksanaan UN. Sebaliknya, UN menimbulkan permasalahan bagi siswa.

Selain itu, Kementerian Pendidikan Nasional juga dinilai arogan karena tetap melaksanakan UN, meski Mahkamah Agung telah memutuskan UN ditiadakan.

"Kami menilai Muhammad Nuh tidak pantas sebagai Menteri Pendidikan karena tidak mampu memajukan kualitas pendidikan secara nasional. Untuk itu, kami menolak kedatangannya ke Medan," kata Januari.

Selain menggealar orasi, mahasiswa juga membagi-bagikan pernyataan sikap kepada pengendara yang sedang melintas di Jl. Gatot Subroto Medan. Usai menggelar orasi, mahasiswa kemudian menggelar aksi long march di sejumlah jalan di Kota Medan.

Kedatangan Mendiknas Muhammad Nuh ke Medan dalam rangka membuka acara Pertemuan Pimpinan Pasca Sarjana LPTK se-Indonesia sekaligus membuka acara Seminar Nasional Pendidikan Berkarakter dalam Pembangunan Bangsa yang digelar di gedung Auditorium Universitas Negeri Medan (Unimed), Jl. Willem Iskandar.

Dalam kesempatan tersebut, Mendiknas Muhammad Nuh menegaskan, pelaksanaan UN tidak semata-mata sebagai syarat kelulusan, namun juga merupakan upaya untuk mengetahui standarisasi mutu pendidikan di tiap kabupaten dan kota secara nasional.

"Hasil UN yang digelar serentak secara nasional menjadi acuan untuk mengetahui standar mutu dan pemetaan pendidikan di tiap sekolah," kata Muhammad Nuh.

Pemetaan tersebut menurut Muhamad Nuh sangat penting bagi pemerintah guna memberikan dukungan kepada sekolah-sekolah yang mutu pendidikannya dinilai masih rendah. Dia juga mengatakan, pemerintah mengucurkan dana Rp 100 miliar dari APBN tahun 2010 untuk memajukan dan mendorong terbentuknya kualitas pendidikan yang merata di tiap kabupaten kota di Indonesia.

(djo/djo)


Berita Terkait