Kondisi Ruben van Assouw, bocah berumur 9 tahun itu sudah mulai membaik. Pejabat Kementerian Luar Negeri Belanda Ed Kronenburg mengatakan, Ruben akan dibawa pulang ke Belanda hari ini dengan menggunakan pesawat evakuasi medis Libya.
Kondisi bocah tersebut mulai membaik setelah menjalani operasi selama 4,5 jam untuk memperbaiki beberapa retak tulang pada kedua kakinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakannya, banyak faktor yang berperan dalam keselamatan jiwanya, termasuk posisi tempat duduknya di pesawat. "Ini sesuatu dari Tuhan, bahwa Dia menginginkannya hidup lebih lama," kata Bendala.
Saat ditemukan petugas penyelamat, Ruben masih terikat di kursi pesawat dengan sabuk pengamannya. Bocah itu langsung dilarikan ke rumah sakit di Tripoli.
Sementara paman dan bibinya bergegas datang dari Belanda untuk mendampingi Ruben di rumah sakit. Ruben mengalami empat patah tulang pada kedua kakinya dan kehilangan banyak darah. Namun wajah, kepala dan lehernya tidak mengalami luka serius.
Hingga kini belum diketahui sebab-sebab jatuhnya pesawat Airbus A330-200 tersebut. Pesawat yang bertolak dari Johannesburg, Afrika Selatan itu jatuh saat akan mendarat di Bandara Internasional Tripoli.
Dalam kecelakaan itu, kondisi pesawat hancur berkeping-keping. Sebanyak 103 penumpang dan kru tewas dalam peristiwa tragis itu, termasuk orangtua Ruben, Trudy dan Patrick van Assouw serta kakak laki-laki Ruben, Enzo. Keluarga tersebut pergi ke Afrika Selatan untuk berlibur.
(ita/ita)











































