"Dia mempunyai keahlian mempengaruhi orang, mengelabui, dan menipu," kata mantan pimpinan Jamaah Islamiyah (JI) Nasir Abas saat dihubungi detikcom, Sabtu (15/5/2010).
Nasir mengenal Sunata selama di penjara, kurun 2006. Sunata divonis 7 tahun penjara pada Mei 2006 karena menyembunyikan Noordin M Top. Apakah setelah Noordin tewas, Sunata akan menggantikan peran Noordin? Nasir enggan berspekulasi.
"Sunata jago merekrut dan dia licik," jelasnya.
Pastinya Sunata dan Noordin berada dalam akar kelompok yang berbeda, meski kemudian mereka disatukan oleh tujuan.
"Sunata punya jaringan kuat di Pulau Jawa. Kawan-kawan di jaringan NII dan Kompak yang pernah terlibat di Ambon," terangnya.
Selain itu, dari sisi fisik, Sunata memang bisa meyakinkan bagi orang-orang tertentu. "Wajahnya timur tengah, bicaranya fasih dan meyakinkan," tutupnya.
(ndr/djo)











































