"Ini adalah kecanggihan politik Pak SBY, beliau menghukum Golkar tidak dengan tangannya sendiri. Beliau taruh Golkar dan Pak Ical di puncak menara dan dibiarkan orang menimpuki dengan batu dari bawah," kata Mahfud sambil tersenyum.
Hal ini disampaikan Mahfud dalam Polemik Setgam antara Harapan dan Kenyataan di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (15/5/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau Golkar kemudian menarik tandatangan tersebut ya ditimpuki lagi oleh masyarakat," katanya sambil tertawa.
Mahfud melihat posisi Golkar serba salah. Golkar berada di posisi terdepan partai koalisi namun ingin tetap kritis, hal ini sangat rawan kritik tajam.
"Ya itu dia barokah membawa fitnah," tutupnya, masih sambil tertawa.
(djo/djo)











































