"Bukan. Dalam upacara tersebut kan banyak tamu-tamu negara. Itu target utamanya," ujar pengamat teroris Mardigu kepada detikcom, Sabtu (15/5/2010).
Mardigu menjelaskan dengan membunuh duta besar, maka tentunya akan mendapat sorotan dunia internasional. Inilah yang dicari oleh para teroris ini.
"Ini rencana mereka. Tentunya dalam mempersiapkan serangan ada plan A, plan B dan plan C," jelas dia.
Mardigu menambahkan menggunakan bom yang membunuh secara massal dan tanpa target tertentu, sudah ditinggalkan. Kini sasaran dengan target tertentu menjadi pilihan para teroris ini.
"Itu yang paling mudah," jelas dia.
(rdf/rdf)











































