"Negosiasi dengan pihak RS Koja berhasil. Pagi bayi bisa keluar," ujar asisten dari Staf Khusus Presiden bidang bencana dan bantuan sosial Andi Arief, Iwan Samule pada detikcom, Sabtu (15/5/2010).
Iwan menjelaskan kesulitan yang dihadapi pasangan suami istri itu hanya masalah administrasi saja. Persoalan ini sudah dapat diselesaikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, diberitakan Pandi dan Sri mengaku anaknya masih ditahan oleh pihak Rumah Sakit (RS) Koja Jakarta Utara. Hal ini terjadi akibat keluarga tidak mampu membayar biaya tagihan operasi caesar saat kelahiran. Hal ini menarik perhatian Staf Khusus Presiden bidang bencana dan bantuan sosial Andi Arief. Andi pun langsung mengutus 2 asistennya untuk melakukan pembicaraan dengan RS Koja kemarin malam.
(rdf/rdf)











































