"Sejauh ini sudah diperiksa 30 saksi dari pihak Pemkot Jakut, Pemprov DKI, Satpol PP dan pengurus makam," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Boy Rafli Amar ketika dihubungi wartawan, Jumat (14/5/2010).
Menurut Boy, pihaknya masih terus melakukan penyelidikan untuk memastikan provokator atau penyebab terjadinya kerusuhan yang menelan 3 korban jiwa dan puluhan orang luka parah.
Boy membenarkan terjadinya pembiaran data intelijen untuk menunda pembongkaran makam Mbah Priok oleh Pemkot Jakarta Utara. Namun eksekusi tetap dilakukan oleh Satpol PP.
"Memang terjadi pembiaran data intelijen yang telah disampaikan Pemkot Jakut untuk menunda pembongkaran karena dikhawatirkan ricuh. Namun tetap dilakukan eksekusi dengan mengarahkan Satpol PP," tandas dia.
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Wahyono mengatakan, pihaknya belum menetapkan tersangka atas kasus itu. "Belum," ujarnya singkat.
(nik/fay)











































