Juru bicara Kantor Luar Negeri Inggris mengatakan, kedubes Inggris di Bangkok ditutup hari ini terkait kekerasan di ibukota Thailand itu.
"Kami akan memonitor situasi di Bangkok dengan basis hari per hari," ujar juru bicara tersebut seperti dilansir AFP, Jumat (14/5/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami terus mendorong kedua pihak bahwa kekerasan bukan jalan untuk menyelesaikan masalah ini. Pada akhirnya, pemerintah dan demonstran harus bersatu kembali dan mencapai kesepakatan untuk melangkah maju," imbuhnya.
Pada Kamis, 13 Mei kemarin, para demonstran antipemerintah bentrok dengan pasukan Thai di Bangkok. Akibatnya, satu orang tewas dan delapan orang lainnya terluka. Seorang tokoh demonstran 'kaos merah' termasuk di antara para korban luka.
Aksi demo para demonstran pendukung mantan perdana menteri Thaksin Shinawatra tersebut telah berlangung sekitar dua bulan. Dalam kurun waktu itu, setidaknya 30 orang telah tewas dan sekitar 1.000 orang lainnya luka-luka dalam bentrok berdarah antara demonstran dan pasukan keamanan Thai. (ita/gah)











































