Demikian dikatakan juru bicara pemerintahan Inggris seperti dilansir AFP, Jumat (14/5/2010).
Saat memimpin rapat pertama kabinet, Cameron mengingatkan kepada menteri senior dari Partai Konservatif dan mitra koalisi mereka, Partai Demokrat Liberal, bahwa suara ponsel yang berbunyi saat rapat tidak akan ditolerir.
Kabinet baru Inggris di bawah komando PM Cameron memang menghadapi tantangan yang menakutkan, seperti pelaksanaan pemotongan belanja publik untuk mengurangi defisit anggaran, dan memastikan Inggris harus berada di jalan pemulihan ekonomi akibat krisis ekonomi.
Semua politisi di Inggris kecanduan akan teknologi seperti Blackberry dan ponsel canggih. Saat berada di gedung parlemen, mereka sering menggunakan alat teknologi itu saat rapat, meskipun kadang diam-diam.
Sekretaris Departemen Kehakiman Inggris, Kenneth Clarke menjadi korban pertama aturan baru tersebut. Clarke ditegur oleh PM Cameron saat sidang lantaran sibuk menerima telepon.
Peserta rapat pun tertawa. Namun Perdana Menteri tetap meminta kepada Clarke untuk memperpendek percakapan telepon. "Aturan ini pun berlaku bagi PM Cameron," kata Juru Bicara tersebut.
PM Cameron memimpin rapat kabinet pertama Kamis (13/5/2010) setelah awal pekan ini membentuk pemerintahan koalisi. (anw/anw)











































