Hari Wibowo, pemilik kios, mengatakan sekitar dua bulan lalu dia ditemui Erwin Suratman yang berniat menyewa kiosnya. Yang disampaikan Erwin kepada Hari saat itu, memang akan dugunakan untuk membuka usaha setrum, jual beli serta servis accu. "Saat itu Mas Erwin mengatakan seperti itu kepada saya," ujar Hari kepada wartawan, Kamis (13/5/2010) malam.
Memang dilihat dari luar, kios tersebut dibuka usaha setrum. Karenanya Hari mengaku kaget ketika mendengar kabar kios miliknya digerebek polisi karena di dalamnya tersimpan senjata api dan ratusan amunisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, semenjak lulus SMA setahun lalu, Erwin lebih sering bekerja membantu orangtua mencari barang-barang bekas untuk selanjutnya dijual ke Pasar Klithikan (pasar loak) Notoharjo, Semanggi, yang berada tak jauh dari rumahnya.
Namun sejak dua bulan terakhir, Erwin memang mengaku diajak teman membuka usaha setrum, jual-beli dan servis accu. Semi mengetahui bahwa Erwin mengontrak sebuah kios untuk membuka usaha tersebut karena pernah bercerita.
"Dia (Erwin) memang mengontrak dengan menggunakan namanya, tetapi bukan dia yang mempunyai usaha tersebut. Dia hanya karyawan. Dia pernah cerita bahwa hanya bekerja di kios itu, tapi saya tidak tahu persis siapa majikannya," ujar Semi menahan sedih.
(mbr/anw)










































