"Gimana tidak lahan subur pergerakan teroris di Indonesia, ada sembilan ormas yang secara jelas mendukung pergerakan teroris di Indonesia," kata Dino Cresbon yang saat ini bergabung dengan HiJD Institute ini kepada wartawan, di Jakarta, Kamis (13/5/2010) malam.
Dino melanjutkan, kesembilan ormas tersebut adalah JI, JAT, AMiN, NII Non Teritorial, eks Kompak, WI, Jundullah Poso, Abu Sayyaf dan FMIA. Kesembilan ormas ini mendukung penuh atas pendanaan, kaderisasi, insfrastruktur dan tempat persembunyian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Dino, para teroris di Indonesia akan terus melancarkan aksinya dengan membuat gerakan di daerah rawan konflik seperti di Papua, Poso dan Maluku. Namun, ada juga yang akan menjadi tempat pergerakan para teroris tersebut di luar daerah yang rawan konflik tersebut yakni di daerah Sumatera Barat.
"Kalau saya mencermati para teroris yang telah tertangkap tersebut, mereka akan melancarkan aksi secara terang-terangan di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang untuk membebaskan kedua rekannya yakni Rois dan Hasan. Namun, Pemerintah telah sigap untuk memidahkan para teroris tersebut ke Nusa Kambangan," ujarnya. (zal/anw)











































