"Kita tidak bisa (menyimpulkan) safe house, ya. Tapi kalau ada pengakuan dari teroris itu merupakan safe house saya tidak tahu juga," ujar Wakadiv Humas Mabes Polri Zainuri Lubis dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (13/5/2010).
Bagi Zainuri, ia menduga rumah milik orang tua Eman, salah seorang tersangka yang ditangkap, adalah kontrakan yang disewa karena prinsip ekonomi saja. Maksudnya, rumah tersebut disewa karena harganya murah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para teroris, ungkapnya, memilih menempati rumah itu karena masyarakat sekitarnya yang ramah serta tidak terlalu curiga.
"Jadi kalau dibilang itu safe house belum tentu juga," pungkasnya.
Tiga orang tersangka teroris ditembak dalam penggerebekan di Cikampek, kemarin, sementara satu tersangka ditangkap. Dua teroris lainnya tewas dalam aksi penggerebekan teroris di Cawang, Jakarta Timur, pada hari yang sama. Di Sukoharjo, Jawa Tengah, Densus 88 juga menangkap 3 orang tersangka. Para teroris ini diduga memiliki kaitan dengan aktivitas terorisme di Aceh.
(irw/ken)











































