Seperti dikutip dari AFP, Kamis (13/5/2010), bocah tersebut diketahui memiliki kebangsaan Belanda. Meski selamat dari maut, namun anak itu mengalami luka-luka.
Beberapa jam setelah kecelakaan, bocah pria itu menjalani operasi di sebuah rumah sakit Tripoli. Staf medis setempat kondisinya tidak mengancam jiwa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Harian Telegrapf Belanda melansir bahwa anak kecil itu telah menempuh perjalanan bersama orang tuanya dan seorang saudaranya berusia 11 tahun. Presiden parlemen Uni Eropa Jerzy Buzek mengaku kaget dengan selamatnya bocah tersebut.
"Benar-benar keajaiban," kata Buzek.
Sebelum jatuh, pesawat naas tersebut telah menempuh perjalanan hampir 9 jam dari Johannesburg, Afrika Selatan.
"Kami dengar kecelakaan itu terjadi dalam jarak satu meter dari landasan," kata seorang pejabat Afriqiyah Airways di bandara Johannesburg.
Pesawat Airbus A330-200 milik maskapai Libya, Afriqiyah Airways tersebut mengangkut 104 orang. Seluruh penumpang dan kru tewas kecuali seorang anak laki-laki berumur 8 tahun. Kecelakaan ini merupakan tragedi penerbangan terburuk di Libya sejak 22 Desember 1992 lalu. Saat itu, pesawat penumpang milik maskapai Libya Arab Airlines jatuh dekat bandara Tripoli dan menewaskan 157 orang.
(ape/ape)











































