"Saya mohon kepada semua kader partai untuk menyesuaikan sikap politik ketua umum yang sudah diputuskan dalam rapat harian DPP minggu lalu untuk pembentukan Setgab koalisi," tegas Priyo kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (12/5/2010).
Hal ini disampaikan Priyo karena sebelumnya anggota DPR dari FPG Agun Gunanjar Sudarsa, meminta Setgab koalisi ditinjau ulang. Agun mempertanyakan sikap DPP Golkar yang tidak meminta masukan kadernya sebelum memutuskan ikut membentuk Setgab koalisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Priyo menyampaikan, pembentukan Setgab tersebut sudah melalui rapat resmi yang sudah mencerminkan sikap partai. Dalam rapat yang dipimpin langsung oleh Ical itulah sikap Golkar soal Setgab diambil.
"Rapat harian memberikan semacam dorongan, saya harap semua memahami dan mengerti. Rapat harian di DPP tidak mengundang dewan pertimbangan," terang Priyo.
Priyo mengaku dalam rapat harian tersebut memang tidak dihadiri Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tanjung. Priyo yakin Ical sudah meminta pertimbangan Akbar sebelum mengambil sikap.
"Khusus mengenai Pak Akbar saya yakin betul ketum sudah berkomunikasi dengan Pak Akbar mengenai masalah itu," terang Priyo.
Priyo kemudian menegaskan bahwa sikap Golkar sudah bulat mendukung keberadaan Setgab. Dia juga meminta semua kader Golkar mematuhinya. "Mohon apa yang diambil Pak Ical bisa dimengerti semua keanggotaan Golkar. Saya yakin ketum akan mengkomunikasikan dengan ketua dewan pertimbangan kita Akbar Tanjung karena posisi beliau sangat terhormat," tutupnya.
(van/yid)











































