Salah satu contoh di TPS 24, Jl Aluminium I, Gang Haji Mansyur, Kelurahan Tanjung Mulia, Kecamatan Medan Deli, Medan, Sumatera Utara (Sumut), Rabu (12/5/2010) siang.
Dari 457 pemilih yang terdaftar dalam DPT, terdata hanya 204 orang saja yang menyalurkan hak suaranya hingga pukul 11.00 WIB. Sementara sisanya 253 orang lagi belum datang ke TPS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Walau sudah diimbau datang ke TPS pakai pengeras suara dari masjid, yang datang tidak sampai lima puluh persen. Cuma itu upaya yang bisa kita lakukan," kata Nurdin.
Rendahnya tingkat partisipasi masyarakat datang ke TPS menyalurkan hak suaranya dinilai akibat minimnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemilu sebagai metode menentukan pemimpin yang berkualitas. Selain itu, keengganan masyarakat datang ke TPS juga dipicu rendahnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap calon kepala daerah yang ikut berkompetisi.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Provinsi Sumatera Utara Eddy Sofian mengatakan, salah satu penyebab minimnya tingkat partisipasi warga datang ke TPS akibat pelaksanaan pemilihan kepala daerah di sembilan kabupaten kota di Sumatera Utara, bersamaan dengan digelarnya Ujian Nasional (UN) ulangan tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) yang berlansung hari ini di sejumlah sekolah.
Jumlah siswa yang mengikuti UN ulangan di Sumatera Utara tercatat 1.300 siswa, 605 siswa di antaranya berada di Medan.
"Para siswa terkonsentrasi dengan pelaksanaan ujian. Dengan begitu, minat mereka sebagai pemilih pemula untuk datang ke TPS usai ujian dinilai rendah," kata Eddy. (rul/nwk)










































