Hal ini dikatakan SBY saat membuka rapat paripurna kabinet di Kantor Presiden yang memang membahas masalah reformasi birokrasi, Rabu (12/5/2010). Sebelum mendengarkan para menteri terkait menyampaikan paparan, SBY terlebih dahulu menyampaikan unek-uneknya.
"Akibat pemerintahan dan birokrasi yang sama-sama kita rasakan, masih ada masalah-masalah, masih ada kasus-kasus korupsi," kata SBY.
SBY mengatakan, saat ini dirinya telah mengizinkan lebih dari 150 pejabat baik pusat atau pun daerah untuk diperiksa terkait kasus korupsi. "100 Pejabat yang saya izinkan untuk diperiksa , saya pikir sudah cukup. Tapi ternyata lebih dari 150 orang. Ini bukan prestasi yang patut kita banggakan," sindir SBY.
Akibat masih banyaknya praktik korupsi, lanjut SBY, pembangunan di berbagai bidang terbengkalai. Dunia usaha pun buram karena amsih banyak pungli yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu.
"Banyak program yang tidak maksimal. Dunia usaha yang harusnya berkembang baik, tidak berjalan karena urusan perizinan yang sulit. Layanan publik belum berjalan dengan baik," papar SBY.
SBY menambahkan, tiap hari dia amsih menerima banyak SMS dari seluruh penjuru tanah air yang isinya mengeluhkan birokrasi yang masih diwarnai oleh korupsi.
"Ada pula birokrasi yang terkontaminasi kepentingan politik, yang harusnya bebas dari politik," imbuhnya.
Di samping itu, imbuh SBY, ada juga birokrasi yang menyimpan bom waktu. Yang kapan saja bsia meledak.
"Masih banyak yang belum beres di negeri ini. Saya minta tanggung jawab saudara-saudara, jangan anggap ini biasa-biasa saja," pungkas SBY berpesan kepada para menteri KIB II.
(anw/ndr)











































