Akibat tindakan guru yang mengenakan batik PGRI ini sekitar 20 polisi dan 10 Pamdal DPR berjaga-jaga di depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (12/5/2010).
Jumlah guru yang berdemo juga bertambah banyak dari 100 orang menjadi sekitar 500.
Selain memanjat pagar, para guru juga meminta pagar DPR dibuka sambil berteriak, "Buka, buka,". Beberapa dari mereka juga mulai melempar botol air mineral ke dalam Gedung DPR.
Ketua Umum PGRI Sulistyo meminta tuntutan para guru dipenuhi. "Tuntutan kami sederhana. Kami hanya minta jangan ditutup Ditjen PMPTK dan tingkatkan kesejahteraan guru," kata Sulistyo.
Beberapa perwakilan guru kini ditemui Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan.
(nik/gah)











































