"Siapa itu yang memberi suap, harus dibuka ke publik. Jangan sampai seperti kasus lainnya yang sampai sekarang pemberinya belum jadi tersangka," kata Anggota Komisi Hukum DPR, Nasir Djamil saat berbincang dengan detikcom, Rabu (11/5/2010).
Menurut Nasir, Susno juga harus ikut membongkar siapa saja yang terlibat dalam kasus yang menjerat dirinya secara terbuka. Sebab, kasus ini bukan masalah sepele. Ada jenderal-jenderal lain yang namanya kerap disebut ikut 'bermain'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Polri juga diminta tidak melupakan dua nama jenderal lain yang sebelumnya sudah disebut oleh Susno, yakni Brigjen Pol Raja Erizman dan Brigjen Pol Edmon Ilyas. Jika kedua orang tersebut masih melenggang bebas, perlu ada penjelasan khusus dari Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri.
"Kita hanya bisa menduga-duga saja. Kenapa Raja belum? Apa dia benar-benar 'raja' dalam arti sebenarnya di kepolisian?," tutup Politisi PKS ini.
Susno ditangkap sejak Senin (10/5/2010), sekitar pukul 17.00 WIB. Jenderal bintang tiga tersebut ditetapkan jadi tersangka dalam kasus suap Rp 500 juta terkait kasus PT Salmah Arowana Lestari. Kini ia ditahan di Mako Brimob.
(mad/asp)










































