"Agar tidak terus menerus digoyang dan memainkan strategi bertahan, PD harus dipimpin oleh sosok yang tegas dan berani. Bukan yang lamban dan peragu," kata peneliti politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Alfitra Salam, kepada wartawan di Jakarta, Selasa (11/5/2010).
Menurut Alfitra, satu contoh yang menunjuk rapuhnya pertahanan PD selama ini adalah hiruk-pikuk skandal Bank Century. Meski memimpin koalisi besar di parlemen, namun banyak kalangan menilai Fraksi Partai Demokrat (FPD) DPR gagal mengemban tugas dalam melakukan lobi politik.
"Kalau PD ingin tetap memainkan peran dominan pada 2014, harus dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja partai. Kegagalan lobi dalam Pansus Century termasuk yang mesti dievaluasi," jelasnya.
Alfitra mendukung positioning yang diambil PD untuk menjadi partai jangkar yang kuat di tengah. Menurut dia, positioning tersebut menuntut dinamika organisasi untuk menggerakkan mesin politik partai. "PD juga harus lebih proaktif dan responsif terhadap berbagai permasalahan dalam masyarakat," terang Ketua Harian Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPA).
Walau pun Alfitra tidak menyebut nama siapa bakal calon kuat yang akan memimpin PD. Namun, merujuk hasil survei CIRUS dan Puska Psikologi Politik Universitas Indonesia, 24-30 April lalu, Andi Mallarangeng lebih mendekati sosok tersebut.
(zal/yid)











































