"Saya juga diisolasi oleh Pak Susno, tidak boleh keluar atau menemui pengacara, beribadah juga tidak boleh, itukan sudah HAM," ujar Robert Tantular kepada wartawan di Kejagung, Jl Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Selasa (11/5/2010).
Robert menjelaskan, saat itu dirinya diisolasi di Bareskrim Mabes Polri. Robert mengakui dia diisolasi di dalam ruang tahanan yang digembok, kemudian hanya ada satu slot untuk memasukkan makanan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sedangkan pak Susno melapor baru beberapa minggu lalu tapi langsung ditanggapi. Gimana ini Komnas HAM?," keluhnya.
Oleh karena itu, pada hari ini, Selasa (11/5) Robert kembali mengirimkan surat kedua ke Komnas HAM. Ada 4 materi yang menjadi dasar laporan.
Pertama, penangkapan dirinya oleh Polri. Kedua, tuduhan perampok yang disebutkan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla.
"Sebetulnya apa sih yang dirampok? Sekarang sudah jelas sekali surat-surat berharga itu kan tanggung jawab Rafat dan Hesyam, karena Kejaksaan sedang menuntut mereka dengan sidang in absentia," tuturnya.
Ketiga, lanjutnya, mengenai dirinya yang diisolasi Susno selama satu bulan. Keempat, berkas-berkas kasus dirinya yang banyak dipecah-pecah.
"Sebetulnya kejadian ini sudah lama harusnya bisa dijadikan satu, tapi sekarang masih ada empat kasus yang masih bolak-balik antara polisi dan Kejaksaan, yakni kasus Antaboga, kasus L/C ini, kasus penipuan penggelapan, kasus money laundering," jelasnya.
"Kalau begini kan seakan-akan saya tidak ada habis-habisnya kena masalah hukum. Itulah yang kita ajukan," tandasnya.
(nvc/ndr)











































