Mahasiswa membubarkan diri setelah Rektor yang diwakili Pembantu Rektor III Bidang Kemahasiswan, Nasaruddin Salam, menerima aspirasi mereka. Dalam pertemuan itu, pihak rektorat berjanji akan memeriksa para dosen yang memberi sanksi kepada mahasiswa Geologi.
"Kami sudah melakukan pemanggilan pada mereka (dosen). Hanya saja tidak semuanya menyanggupi karena beberapa di antaranya masih sibuk dengan urusan lain, kebijakan dosen-dosen itu sudah kita batalkan," teriak Nasaruddin lewat alat pengeras suara di depan para mahasiswa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari 21 dosen Geologi, hanya 5 orang yang tidak menyepakati perintah rektor. Oleh karena itu kita akan periksa dan akan diberi sanksi kalau mereka tidak mau patuh. Di kampus ini tidak ada dosen yang kebal hukum," ujar Ahli Aero-Dinamika Unhas ini.
Sebelumnya, para mahasisiwa bentrok dengan belasan anggota Satpam Unhas, di depan gedung Rektorat Unhas, Jl Perintis Kemerdekaan KM 10, Makassar, Sulsel, Selasa (11/5/2010). Kejadian itu menyebabkan seorang Satpam bernama Mus Muliadi luka robek di kepala. Akibat lukanya, Mus dilarikan ke RS Wahidin Sudirohusodo untuk mendapat pertolongan medis.
Bentrokan juga menyebabkan banyak kaca jendela ruang pertemuan Unhas hancur. Para mahasiswa juga merusak pot-pot bunga di lantai 1 Rektorat Unhas.
(djo/djo)











































