Ratusan massa terlibat aksi dorong dengan polisi tepat di depan pagar betis. Polisi melarang massa masuk rumah dinas. Untuk memperkuat pengamanan, didatangkan bantuan dari Polres Karanganyar dan Polres Sragen.
Aksi dorong terus dilakukan. Bahkan massa mengancam akan melopati pagar tembok jika tetap di halang-halangi. Untuk mengantisipasi kemungkinan buruk, selain menjaga pintu gerbang polisi juga disebar membuat pagar betis di sepanjang pagar tembok bagian dalam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu hingga berita ini diturunkan ruas Jalan Sukowati di depan kantor bupati Sragen dan seputaran alun-alun belum sepenuhnya pulih. Banyaknya fasilitas umum yang dirusak dilemparkan ke tengah jalan. Kondisi tersebut mempersulit kendaraan umum yang lewat.
Seperti diberitakan sebelumnya, massa anti-bupati Untung Wiyono di Sragen terlibat bentrok dengan polisi. Sekitar seribu massa tersebut merusak fasilitas umum, pos polisi, membakar puluhan ban di sejumlah titik dan melempari kantor bupati.
Dari bendera partai yang dibawa, mereka berasal dari PDIP, Golkar, PPP, PAN, PNI Marhaenisme, Partai Sarikat Indonesia, PPDI, Partai Pemuda Indonesia, Partai Persatuan Daerah, PMB. Selain itu ada juga yang datang dari ormas seperti FKPPI, Pemuda Pancasila dan Pemuda Muhammadiyah.
(djo/djo)











































