Tinggalkan Kantor Bupati, Massa Menuju Rumah Dinas

Aksi Rusuh di Sragen

Tinggalkan Kantor Bupati, Massa Menuju Rumah Dinas

- detikNews
Selasa, 11 Mei 2010 14:21 WIB
Sragen - Setelah terlibat rusuh dengan aparat kepolisian, massa aksi bergeser menuju rumah dinas bupati Sragen yang hanya berjarak sekitar 500 meter dari kantor bupati. Di kantor bupati Sragen, massa kembali terlibat kontak fisik dengan polisi yang membuat pagar betis berlapis di depan pintu gerbang.

Ratusan massa terlibat aksi dorong dengan polisi tepat di depan pagar betis. Polisi melarang massa masuk rumah dinas. Untuk memperkuat pengamanan, didatangkan bantuan dari Polres Karanganyar dan Polres Sragen.

Aksi dorong terus dilakukan. Bahkan massa mengancam akan melopati pagar tembok jika tetap di halang-halangi. Untuk mengantisipasi kemungkinan buruk, selain menjaga pintu gerbang polisi juga disebar membuat pagar betis di sepanjang pagar tembok bagian dalam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah melakukan aksi, massa membubarkan diri. Mereka mengancam akan melakukan aksi lebih besar.

Sementara itu hingga berita ini diturunkan ruas Jalan Sukowati di depan kantor bupati Sragen dan seputaran alun-alun belum sepenuhnya pulih. Banyaknya fasilitas umum yang dirusak dilemparkan ke tengah jalan. Kondisi tersebut mempersulit kendaraan umum yang lewat.

Seperti diberitakan sebelumnya, massa anti-bupati Untung Wiyono di Sragen terlibat bentrok dengan polisi. Sekitar seribu massa tersebut merusak fasilitas umum, pos polisi, membakar puluhan ban di sejumlah titik dan melempari kantor bupati.

Dari bendera partai yang dibawa, mereka berasal dari PDIP, Golkar, PPP, PAN, PNI Marhaenisme, Partai Sarikat Indonesia, PPDI, Partai Pemuda Indonesia, Partai Persatuan Daerah, PMB. Selain itu ada juga yang datang dari ormas seperti FKPPI, Pemuda Pancasila dan Pemuda Muhammadiyah.

(djo/djo)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads