"Saya tahu persis pertemuan dari pukul 19.00 sampai pukul 22.00 WIB, tiga jam itu. Intinya, waktu Pak SBY menawarkan posisi Pak Ical sebagai ketua harian, seluruh partai koalisi menerima, tidak satupun yang keberatan," kata Hasrul dalam diskusi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (11/5/2010).
Menurut Ketua FPPP DPR ini, dalam rapat tersebut tidak disampaikan rencana Ical akan menggantikan peran Boediono. Pertemuan itu juga tidak membicarakan reshuffle kabinet di parpol koalisi. Karena itu, tidak seharusnya dihembuskan isu reshuffle kabinet.
"Tidak ada pembahasan bahwa Ical akan menjadi Wapres menggantikan Boediono dan juga isu reshuffle," beber Hasrul.
Hasrul menilai pembentukan Setgab bisa menjadi gerbang positif dalam mempererat koalisi mendukung pemerintahan SBY. "Komunikasi yang justru harus sering dibangun," terang Hasrul.
Non Partisan
Daam kesempatan ini, Hasrul juga berharap SBY memilih pengganti Menkeu Sri Mulyani dari kalangan profesional.
"Hanya satu terkait reshuffle yang disampaikan kepada parpol koalisi, mohon pengganti Sri Mulyani bukan dari parpol tapi dari profesional," pungkasnya.
(van/yid)











































