"Kami merasa diperlakukan tidak adil dengan ini (penangkapan). Kami menyesalkan kenapa untuk kasus yang terdahulu (kasus Gayus), yang telah melakukan pembukaan rekening yaitu Edmon (Brigjen Edmon Ilyas-red) dan Raja (Brigjen Raja Erizman-red) malah tidak diapa-apakan, ini rekayasa," kata kerabat Susno, Husni Maderi.
Hal itu dikatakan dia dalam jumpa pers yang di lakukan di kediaman Susno, Jl Cibodas I, Puri Cinere, Depok, Jawa Barat, Senin (10/5/2010) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal aneh lainnya, kata dia, adalah institusi Polri seolah sengaja mencari-cari kesalahan Susno sejak kasus yang melibatkan pimpinan KPK Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah.
"Kami sadar Bapak bukan malaikat. Tapi kenapa sampai saat ini kesalahanya terus dicari. Itu terlihat sejak kasus cicak buaya," katanya.
Namun begitu pihak keluarga mencoba tetap tegar dan tak henti memberikan dukungan pada Susno. Karena di mata keluarga Susno adalah pahlawan yang pemberani.
"Kami pasrah saja pada Allah, kami minta dukungan dari rakyat. Bapak tetap pahlawan bagi kami dan institusi Polri," pungkasnya.
(lia/lrn)










































