"Sudah diminta ke Kabareskrim, betul enggak Rp 95 Miliar itu," kata Bambang Hendarso, kepada wartawan saat berada di kantor Gubernur Kaltim, Jl Gadjah Mada, Samarinda, Senin (10/05/2010).
Namun Bambang Hendarso merasa heran dengan beredarnya Laporan Hasil Analisis (LHA) yang telah dikantongi Indonesian Corruption Watch (ICW).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika ditanya terkait kabar rekening Rp 95 M itu sebagai dana suksesi menjelang pergantian Kapolri, Bambang enggan menanggapinya.
"Tidak boleh berandai-andai terus menghukum seseorang. Mesti ada klarifikasi dulu. Itu lah yang sedang kita lakukan," tambahnya.
Bambang Hendarso menegaskan, pihaknya masih melakukan koordinasi dengan Satgas Pemberantasan Mafia Hukum terkait data rekening itu.
"Kita tetap koordinasikan dengan satgas. Ada info, kita lidik. Tidak serta merta info jadi sesuatu, sehingga seseorang dalam posisi sebagai apapun," tutupnya.
Sebelumnya ICW dan koalisi LSM mengungkapkan dugaan rekening mencurigakan milik seorang petinggi Polri. Tidak disebutkan siapa pemiliknya hanya saja perwira tinggi itu berbintang dua.
(ndr/gah)










































