Lindungi Harta Karun, Pemerintah Harapkan Unesco Bangun Museum Maritim

Lindungi Harta Karun, Pemerintah Harapkan Unesco Bangun Museum Maritim

- detikNews
Senin, 10 Mei 2010 15:10 WIB
Denpasar - Pemerintah Indonesia akan mengusulkan kepada Unesco untuk membangun museum maritim terbesar di Indonesia. Pembangunan museum ini diharapkan bisa menjaga peninggalan bersejarah dari kapal yang tenggelam di laut.

"Pemerintah mengusulkan agar Unesco sebagai lembaga dunia mau membangun museum maritim di Jakarta, sehingga potensi kekayaan laut termasuk penemuan harta karun yang memiliki  nilai sejarah dapat dijaga," kata Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad usai pembukaan pertemuan Kolaborasi Riset Kelautan di Hotel Sanur Paradise, Jl By Pass Sanur, Denpasar, Senin (10/5/2010).

Fadel mengatakan museum tersebut untuk menjaga nilai budaya dan kelestariannya.  "Ini yang kita bicarakan bersama Unesco, termasuk para investor yang terlibat dalam penggangkatan harta karun. Jadi tepat kalau harta karun yang didapatkan  bisa diletakan di museum maritim," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya, harta karun senilai  Rp 720 miliar berhasil diangkat dari perairan Laut Jawa, utara Cirebon, oleh PT Paradigma Putra Sejahtera (PPS) bekerjasama dengan COSMIX Underwater Research Ltd (Cosmix).

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KP) telah  melakukan proses pelelangan harta karun senilai Rp 720 miliar. Meskipun tidak ada peserta yang terlibat, proses lelang tetap akan digelar.

Barang bersejarah yang dilelang, di antaranya rubi, mutiara, perhiasan emas, batu kristal dari dinasti Fatimiyah, gelas dari Iran dan porselen indah kekaisaran Cina peninggalan sekitar tahun 976 M. Ada juga vas bunga terbesar dari Dinasti Liao (907-1125), keramik Yue Mise dari era Lima Dinasti (907-960) dengan warna hijau khusus untuk Kaisar. Terdapat juga sebanyak 11 ribu mutiara, 4 ribu rubi, 4 ratus safir merah dan sekitar 2 ribu batu akik.

(djo/djo)


Berita Terkait